chaviaznayla.blogspot.com
Sabtu, 18 Januari 2014
Memperthankan . . . Lagi
Sosokmu yang selalu hadir dalam lamunanku, datang dalam mimpiku. Membuatku semakin sulit untuk mencoba melupakanmu, rela melepaskanmu. Namun seringnya aku mencoba melepaskanmu, semakin sulitnya untuk aku menghapus rasa ini. Tubuh yang sangat ingin aku hindari, jiwa yang ingin kulepaskan, rasa yang ingin kubuang. Semua itu hanya akan sia-sia, karna dirimu selalu datang saat aku berada dalam kesendirian. Hanya bisa aku alami dalam lamunan, tak bisa aku dekap dalam pelukan.
Dirimu yang selalu datang dengan membawa kata-kata manis, yang membuat orang terkagum akan ucapanmu itu. Kata-kata yang membuat orang sangat mengharapkan lebih darimu. Dan kamu pergi dengan meninggalkan jejak luka yang diakibatkan oleh kata-katamu itu, berawal manis namun menimbulkan rasa sakit pedih dihati. Terus kau ulangi kelakuan itu, datang dan pergi - manis dan pahit, sampai akhirnya aku tidak mendapatkan kabarmu lagi. Kamu pergi begitu saja tanpa pamit denganku, bahkan kamu tidak ingat untuk kembali.
Mudahnya untuk kamu melupakan sesuatu hal yang menurut oranglain sangat berarti. Tak memikirkan bagaimana perasaan orang itu. Juga tak memikirkan bagaimana rasanya seperti aku. Aku yang selalu kau beri harapan. Aku yang harus selalu menerima ketidakpastian. Aku yang selalu menunggumu kembali, walau aku tau kamu tidak akan memberi kabar yang setidaknya kalau kamu tidak kembali.
Aku tetap keras mempertahankan walau kamu hiraukan. Aku tetap kuat walau kamu mencoba membuatku lemah. Aku masih ingin memperjuangkan walau kamu mengabaikan, tetap sabar walau kamu masih mengganggap semua bualan. Jemariku masih terbuka untuk meraihmu. Hatiku masih luas untuk menerimamu. Tubuhku masih tegap untuk mendekapmu kembali kepelukanku.
Aku tak mengerti cara jalan pikiran kamu, mengganggap semua hal didunia ini biasa saja, bagai lelucon belaka, hingga kamupun mengganggap hal yang aku lakukakan untuk 'kita' itu hanya candaan, yang kamu pikir bisa membuat orang tertawa? Atau memang aku yang bodoh, yang masih saja berharap semua itu menjadi nyata? Tak perduli walau sebenarnya hati sudah pecah, remuk bahkan hancur. Atau memang kamu yang lebih bodoh mengabaikan seseorang yang sangat peduli sama kamu, tau semua tentang kamu melebihi diri kamu sendiri?
Yang kurasakan itu telah menumbuhkan rasa pengertian, mengerti hidupmu, mengerti jalan pikirmu, mengerti hati keras kamu itu. Tunggu, disini apa hanya aku yang harus selalu mengerti keadaan kamu? Apa hanya aku yang harus berkorban untuk adanya 'kita' ini? Dan kamu. Aku tidak pernah merasakan mengertinya kamu seperti apa yang aku lakukan. Kamu hanya diam, sebodoh dan teranggap itu ' gak penting '
Mau sampai kapankah kamu berada dalam ketidak pastian ini. Ketidakjelasan hubungan apakah ini. Aku dan Kamu yang tidak tahu harus dinamakan apa.
Kita yang aku jalani seorang diri ini, ketidak seimbangan untuk saling berkorban demi hadirnya kata Kebersamaan. Membuatku sangat lelah berada dalam pengaharapan, kebohongan dan kekecewaan ini. Kamu yang menciptakan kesalahan tapi kenapa hanya aku dan bukan Kita yang berjuang untuk mengembalikan semua seperti semula menjadi baik-baik saja. Tidak adanya kamu, membuatku selalu berbohong pada semua orang yang bertanya ' kenapa ' padaku
Kemana kamu saat aku seperti ini? Menganggap semua baik-baik saja namun sebenarnya aku terpuruk karna lelah menunggu kamu. Aku tidak membutuhkan kamu yang hanya hadir didunia SMS atau BBM. Aku membutuhkan sosok hadirmu datang dihadapanku langsung. Kembali menghadapi keganjalan yang datang kekehidupan kita bersama-sama. Kembali membangun mimpi yang tertunda, mimpi yang telah kurangkai untuk masa depan kita. Bersama seperti apa yang aku inginkan. Yang benar-benar aku rasakan dalam sentuhan jemariku, bukan bayangan mimpiku. Aku inginkan nyata bukan fana
Sayang, kembalilah. Dalam kesibukan akupun, aku tetap mencuri waktu hanya untuk mencari tahu bagaimana kabarmu setiap harinya.
- @alleenaylaaa -
Langganan:
Postingan (Atom)